Loading...

Post

Pelatihan peningkatan kapasitas SDM wirausaha kuliner UMKM mahasiswa Universitas Syiah Kuala bersama CCEP Indonesia melalui program Bina Kuliner Nusantara 2026 secara daring.
16 October 2026 admin Kegiatan

USK dan CCEP Indonesia Tingkatkan Kapasitas 40 Wirausaha Kuliner Muda melalui Program Bina Kuliner Nusantara 2026

BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) bekerja sama dengan Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Wirausaha Kuliner UMKM Mahasiswa Universitas Syiah Kuala, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Bina Kuliner Nusantara 2026 yang bertujuan memperkuat kompetensi, mental kewirausahaan, serta daya saing usaha kuliner mahasiswa dan alumni USK.

Pelatihan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting tersebut diikuti oleh 40 peserta program Bina Kuliner Nusantara 2026, yang terdiri atas mahasiswa aktif dan alumni USK dengan masa kelulusan kurang dari satu tahun. Seluruh peserta merupakan wirausahawan muda yang menjalankan usaha di bidang makanan dan minuman (food and beverage/F&B).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mendukung pengembangan ekosistem kewirausahaan mahasiswa.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Ir. Wira Dharma, S.Si., M.Si., M.P., IPM., dalam sambutan sekaligus pembukaan kegiatan menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas mahasiswa dan alumni agar mampu mengembangkan usaha secara profesional dan berkelanjutan.

“Kami ingin mahasiswa dan alumni USK tidak hanya mampu menciptakan produk kuliner yang menarik, tetapi juga memiliki mental wirausaha yang kuat, memahami kebutuhan pasar, serta mampu membangun strategi bisnis yang tepat. Melalui Bina Kuliner Nusantara, kami berharap usaha yang dirintis mahasiswa dapat berkembang menjadi bisnis yang mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan,” ujar Wira.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada CCEP Indonesia atas komitmen mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa melalui kolaborasi yang memberikan akses terhadap pengetahuan, pengalaman, dan praktik bisnis dari dunia industri.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan CCEP Indonesia dalam menghadirkan program pembinaan yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Kolaborasi perguruan tinggi dan dunia industri seperti ini sangat penting agar mahasiswa tidak hanya memperoleh teori di ruang kuliah, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam mengembangkan usahanya,” tambahnya.

Sementara itu, Head of Sustainability CCEP Indonesia, Natasha Gabriella, menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme dan komitmen Universitas Syiah Kuala dalam mendukung pengembangan wirausahawan muda, khususnya mahasiswa dan alumni yang telah merintis usaha di sektor kuliner.

“Kami mengapresiasi komitmen Universitas Syiah Kuala dalam membangun ekosistem kewirausahaan mahasiswa melalui program Bina Kuliner Nusantara. Bagi CCEP Indonesia, penguatan kapasitas generasi muda merupakan bagian penting dari upaya menciptakan peluang ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kami berharap program ini dapat membantu para peserta meningkatkan keterampilan bisnis, memperluas wawasan pasar, dan mengembangkan usaha kuliner yang semakin berdaya saing,” ungkap Natasha.

Menurutnya, pengembangan UMKM kuliner membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menghasilkan produk berkualitas. Para pelaku usaha juga perlu memahami perubahan perilaku konsumen, pemanfaatan teknologi digital, inovasi produk, serta strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan pasar.

“Kami percaya bahwa wirausahawan muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi. Melalui pembekalan keterampilan, pendampingan, dan kolaborasi seperti ini, kami ingin mendorong lahirnya pelaku UMKM yang adaptif, inovatif, dan mampu melihat peluang di tengah perubahan pasar yang semakin dinamis,” tambah Natasha.

Dalam pelatihan tersebut, CCEP Indonesia menghadirkan Rinny Wahyuningsih sebagai narasumber utama yang memberikan pembekalan mengenai berbagai aspek penting dalam pengembangan usaha kuliner.

Materi yang disampaikan mencakup pengenalan platform Skills for Impact CCEP, membangun mental wirausaha, strategi pemasaran usaha kuliner, serta validasi keunggulan produk melalui analisis kompetitor dan segmentasi pasar.

Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya membangun pola pikir kewirausahaan yang tangguh, mengidentifikasi kebutuhan konsumen, menentukan posisi produk di pasar, serta merumuskan strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan daya saing usaha.

Selain itu, pelatihan juga menyoroti perubahan perilaku konsumen di era digital, termasuk semakin pentingnya integrasi pemasaran daring dan luring, pemanfaatan platform perdagangan elektronik, serta pengembangan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Melalui pembahasan tersebut, peserta didorong untuk memahami bahwa keberhasilan usaha kuliner tidak hanya ditentukan oleh kualitas dan cita rasa produk, tetapi juga kemampuan menciptakan keunggulan kompetitif, membangun merek, dan merespons kebutuhan konsumen secara tepat.

Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, berbagi pengalaman praktis, studi kasus, serta diskusi dan tanya jawab. Pendekatan ini memberikan ruang bagi peserta untuk menghubungkan materi pelatihan dengan tantangan nyata yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha masing-masing.

Melalui program Bina Kuliner Nusantara 2026, USK dan CCEP Indonesia berharap dapat memperkuat kapasitas mahasiswa dan alumni sebagai pelaku UMKM muda yang memiliki kompetensi bisnis, kemampuan berinovasi, serta kesiapan menghadapi persaingan industri kuliner.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi wujud komitmen USK dalam mengembangkan kewirausahaan berbasis kampus dan mendorong lahirnya wirausahawan muda yang mampu menciptakan lapangan kerja, mengembangkan potensi ekonomi lokal, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh.

Bagikan: