USK dan CCEP Indonesia Bekali Wirausahawan Muda Keterampilan Bakery melalui Praktik Pembuatan Roti Tawar dan Roti Manis
BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia kembali melanjutkan rangkaian Program Bina Kuliner Nusantara 2026 melalui kegiatan Hands-On Cooking Bakery, Rabu (28/10/2026). Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan keterampilan mahasiswa dan alumni USK dalam mengembangkan produk roti tawar dan roti manis yang berkualitas, inovatif, serta memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha kuliner.
Kegiatan yang berlangsung di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pelatihan Hands-On Cooking dan Estetika Produk Kuliner, yang dirancang untuk memberikan pengalaman praktik langsung kepada para wirausahawan muda dalam meningkatkan kompetensi produksi dan inovasi produk makanan.
Pelatihan ini merupakan kelanjutan pembinaan terhadap peserta Program Bina Kuliner Nusantara 2026, yang terdiri atas mahasiswa aktif dan alumni USK dengan masa kelulusan kurang dari satu tahun yang mengembangkan usaha di bidang makanan dan minuman (food and beverage/F&B).
Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan Laili Suhairi, S.Pd., M.Si., Sekretaris Departemen Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala, sebagai narasumber sekaligus instruktur praktik pembuatan produk bakery.
Melalui pendekatan hands-on learning, peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari dan mempraktikkan secara langsung proses pembuatan roti, mulai dari pemahaman bahan baku, teknik pengolahan adonan, pengembangan tekstur, hingga penyajian produk yang menarik dan memiliki nilai jual.
Pelatihan dilaksanakan dalam dua sesi. Pada sesi pertama, pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, peserta mengikuti praktik pembuatan roti tawar. Sementara itu, sesi kedua yang berlangsung pukul 14.00 hingga 17.00 WIB difokuskan pada praktik pembuatan roti manis.
Pada sesi pembuatan roti tawar, peserta mendapatkan pembekalan mengenai prinsip dasar pengolahan produk bakery, termasuk pentingnya ketepatan komposisi bahan, teknik pencampuran dan pengulenan adonan, proses fermentasi, serta pengendalian suhu dan waktu pemanggangan.
Melalui praktik tersebut, peserta diarahkan untuk memahami bahwa keberhasilan pembuatan roti tidak hanya ditentukan oleh resep yang digunakan, tetapi juga konsistensi proses produksi agar menghasilkan produk dengan tekstur, aroma, dan cita rasa yang sesuai dengan standar kualitas.
Sementara itu, pada sesi pembuatan roti manis, peserta mempelajari pengembangan variasi produk bakery yang memiliki karakteristik rasa, bentuk, dan tampilan lebih beragam. Pengolahan roti manis juga menjadi sarana pembelajaran mengenai kreativitas dalam menghasilkan produk yang sesuai dengan preferensi konsumen.
Narasumber memberikan pendampingan praktik dengan menekankan pentingnya ketelitian dalam pengolahan adonan, pemilihan bahan yang tepat, serta penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan selama proses produksi.
Selain keterampilan teknis, pelatihan turut memberikan perhatian terhadap aspek estetika produk, termasuk bentuk, warna, tekstur, dan tampilan akhir roti. Aspek tersebut memiliki peranan penting dalam meningkatkan daya tarik produk, terutama ketika dipasarkan melalui media sosial, gerai makanan, maupun platform penjualan digital.
Pengembangan usaha bakery dinilai memiliki peluang bagi mahasiswa dan alumni karena produk roti merupakan salah satu makanan yang dapat dikembangkan dalam berbagai variasi, ukuran, kemasan, dan segmentasi pasar.
Namun, keberhasilan usaha bakery juga membutuhkan kemampuan menjaga konsistensi kualitas, menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, serta memahami kebutuhan dan preferensi konsumen.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat mengintegrasikan keterampilan produksi dengan pengetahuan kewirausahaan yang telah diperoleh pada rangkaian kegiatan sebelumnya, sehingga mampu mengembangkan produk roti sebagai salah satu alternatif usaha yang memiliki nilai tambah.
Kepala Subdirektorat Kewirausahaan USK, Dr. Evi Ramadhani, M.Si., menyampaikan apresiasi atas semangat dan antusiasme para peserta yang terus mengikuti rangkaian Program Bina Kuliner Nusantara 2026 hingga memasuki tahapan praktik pembuatan produk bakery.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kesungguhan para mahasiswa serta alumni yang terus mengikuti rangkaian pelatihan Bina Kuliner Nusantara 2026. Setelah memperoleh berbagai pembekalan mengenai manajemen bisnis, pemasaran, keuangan, negosiasi, hingga praktik pengolahan makanan dan minuman, hari ini peserta kembali mendapatkan keterampilan baru dalam bidang bakery. Kami berharap pengalaman ini semakin memperkaya kemampuan peserta dalam menciptakan produk kuliner yang berkualitas dan memiliki nilai jual,” ujar Evi.
Menurutnya, kegiatan praktik langsung menjadi salah satu pendekatan penting dalam mengembangkan kompetensi kewirausahaan mahasiswa karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami proses produksi sekaligus mengasah keterampilan yang dapat diterapkan dalam usaha masing-masing.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memiliki pengetahuan tentang bagaimana menjalankan usaha, tetapi juga benar-benar menguasai keterampilan dalam menghasilkan produk. Melalui praktik pembuatan roti tawar dan roti manis ini, peserta diharapkan mampu memahami proses produksi, menjaga standar kualitas, serta mengembangkan inovasi produk sesuai kebutuhan pasar. Keterampilan seperti ini dapat menjadi bekal untuk merintis maupun memperluas usaha kuliner mereka,” tambahnya.
Evi juga berharap agar antusiasme peserta selama mengikuti pelatihan dapat terus dipertahankan dan diwujudkan melalui penerapan keterampilan dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Sementara itu, Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Ir. Wira Dharma, S.Si., M.Si., M.P., IPM., menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada CCEP Indonesia atas dukungan dan komitmennya sebagai mitra strategis Universitas Syiah Kuala dalam pelaksanaan Program Bina Kuliner Nusantara 2026.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Coca-Cola Europacific Partners Indonesia atas dukungan dan kemitraan yang telah terjalin dengan Universitas Syiah Kuala. Program Bina Kuliner Nusantara memberikan kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa dan alumni untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan secara menyeluruh, mulai dari penguatan mental bisnis, strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga praktik langsung menghasilkan berbagai produk kuliner,” ungkap Wira.
Menurutnya, pengembangan kewirausahaan mahasiswa membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, dunia industri, dan para praktisi agar proses pembinaan dapat memberikan manfaat yang lebih nyata.
“Kami ingin mahasiswa USK tidak hanya mampu memulai usaha, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola, mempertahankan, dan mengembangkannya. Pelatihan bakery ini menjadi salah satu contoh bagaimana mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis yang dapat langsung diterapkan. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat mendorong lahirnya inovasi produk baru, meningkatkan kualitas usaha, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi mahasiswa dan alumni,” jelasnya.
Wira menambahkan bahwa kemitraan dengan CCEP Indonesia merupakan bagian dari upaya USK memperkuat ekosistem kewirausahaan kampus yang berorientasi pada peningkatan kapasitas mahasiswa dan pengembangan usaha berkelanjutan.
Dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ini juga disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH.
Ia menegaskan bahwa Universitas Syiah Kuala terus berkomitmen membangun ekosistem kewirausahaan yang mampu mendorong mahasiswa dan alumni untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan keterampilan praktis, serta menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan.
“Universitas Syiah Kuala mendukung penuh pelaksanaan Program Bina Kuliner Nusantara 2026 sebagai bagian dari komitmen kami dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan mahasiswa. Kami ingin mahasiswa dan alumni tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, kreativitas, dan keberanian untuk menciptakan peluang usaha. Pelatihan seperti ini menjadi sarana yang sangat baik untuk mempersiapkan generasi muda agar lebih mandiri, produktif, dan memiliki daya saing,” ujar Rina.
Menurutnya, kegiatan hands-on cooking memberikan pengalaman pembelajaran yang penting karena peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan produksi melalui praktik secara langsung.
“Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Keterampilan yang diperoleh selama pelatihan harus terus dikembangkan menjadi inovasi produk dan usaha yang memiliki nilai ekonomi. Kami juga mengapresiasi kolaborasi USK dengan CCEP Indonesia yang telah memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan wirausahawan muda. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak yang semakin luas bagi mahasiswa, alumni, dan masyarakat Aceh,” tambahnya.
Pelatihan Hands-On Cooking Bakery merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan Program Bina Kuliner Nusantara 2026 yang telah berlangsung sejak 16 Oktober 2026.
Pada tahap awal, peserta mendapatkan pembekalan mengenai penguatan mental kewirausahaan, strategi pemasaran, serta validasi keunggulan produk melalui analisis kompetitor dan segmentasi pasar bersama narasumber dari CCEP Indonesia.
Selanjutnya, pada 19 Oktober 2026, peserta mengikuti Pelatihan Akselerasi Digital yang berfokus pada fotografi dan videografi produk menggunakan smartphone, desain poster, digital branding, serta pengembangan konten kreatif untuk kebutuhan promosi usaha.
Pada 20 Oktober 2026, kegiatan dilanjutkan dengan penguatan keterampilan pengelolaan usaha yang meliputi literasi keuangan, perhitungan biaya produksi (food costing), strategi penetapan harga, pengelolaan hubungan pelanggan, dan pencatatan keuangan berbasis aplikasi.
Kemudian, pada 21 Oktober 2026, peserta memperoleh pembekalan mengenai pemasaran digital, termasuk optimalisasi media sosial, content marketing, penggunaan marketplace, iklan digital, serta evaluasi kinerja pemasaran.
Pada 22 Oktober 2026, pembinaan dilanjutkan dengan pelatihan komunikasi profesional, strategi negosiasi bisnis, serta penyelesaian konflik melalui simulasi dan studi kasus.
Memasuki tahapan praktik, pada 26 Oktober 2026, peserta mengikuti dua sesi pelatihan, yakni Hands-On Cooking dan Estetika Produk Kuliner bersama Chef Ridwan Chery, Executive Chef Hermes Palace Hotel, serta Hands-On Cooking Beverage bersama Yuli Heirina Hamid, S.Pd., M.Si.
Pada sesi beverage, peserta mempraktikkan pembuatan empat menu minuman kreatif, yaitu Es Cocomelasi, Pinapaya Milky, Grape Jelly Bliss, dan Milkshake Es Dawet Fusion.
Selanjutnya, pada 27 Oktober 2026, peserta mengikuti pelatihan Hands-On Cooking Frozen Food bersama Dra. Zuraini Mahyiddin, M.Pd., yang berfokus pada praktik pembuatan tekwan dan pempek sebagai produk makanan beku yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha kuliner.
Memasuki Rabu (28/10/2026), kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan Hands-On Cooking Bakery bersama Laili Suhairi, S.Pd., M.Si., yang memberikan pengalaman praktik langsung dalam pembuatan roti tawar dan roti manis.
Rangkaian pembinaan tersebut menunjukkan bahwa Program Bina Kuliner Nusantara 2026 tidak hanya berfokus pada aspek manajemen bisnis, tetapi juga memberikan perhatian terhadap penguatan keterampilan teknis produksi, inovasi produk, standardisasi kualitas, dan estetika penyajian makanan.
Melalui pelatihan yang terintegrasi, Program Bina Kuliner Nusantara 2026 diharapkan mampu melahirkan wirausahawan muda USK yang memiliki kompetensi bisnis secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan usaha, pemasaran digital, literasi keuangan, komunikasi bisnis, hingga keterampilan produksi makanan dan minuman yang berkualitas serta berdaya saing.
Kolaborasi Universitas Syiah Kuala dan CCEP Indonesia sekaligus mempertegas pentingnya sinergi perguruan tinggi dan dunia industri dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat kewirausahaan mahasiswa dan alumni, serta mendukung pertumbuhan UMKM kuliner dan ekonomi kreatif di Aceh.
Berita Terkait
USK dan CCEP Indonesia Latih Mahasiswa Produksi Frozen Food Tekwan dan Pempek melalui Program Bina Kuliner Nusantara 2026
27 Oct 2026
USK dan CCEP Indonesia Latih Wirausahawan Muda Ciptakan Minuman Kreatif melalui Hands-On Cooking Beverage
27 Oct 2026
USK dan CCEP Indonesia Tingkatkan Keterampilan Memasak dan Estetika Produk Kuliner Mahasiswa melalui Hands-On Cooking Bina Kuliner Nusantara 2026
26 Oct 2026
USK Tanam Mangrove di Lampulo dalam Rangka Road to Jejak FISIP 6
26 Oct 2026