USK Bekali 80 Mahasiswa Sebelum Terjun ke Program USK Mengabdi 2026
Darussalam – Universitas Syiah Kuala (USK) secara resmi memulai rangkaian program USK Mengabdi 2026 melalui kegiatan pembekalan yang diikuti oleh seluruh panitia dan peserta di Aula Gedung F Fakultas Kedokteran USK, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mempersiapkan mahasiswa sebelum melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues.
Pembekalan dibuka secara resmi oleh Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala, Dr. Ir Wira Dharma, S.Si, M.Si, M.P, IPM Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa program USK Mengabdi merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Oleh karena itu, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan untuk memberikan manfaat nyata di lokasi pengabdian.
“Melalui USK Mengabdi, saya berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pelaksana program, tetapi juga menjadi pemecah masalah yang mampu memberikan solusi berkelanjutan bagi masyarakat. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal berharga untuk masa depan kalian,” ujar dr. Wira Dharma.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga nama baik Universitas Syiah Kuala, menjunjung tinggi etika selama berada di tengah masyarakat, serta mampu beradaptasi dengan budaya dan kondisi lingkungan di lokasi pengabdian.
Pada kesempatan tersebut turut dilaksanakan penyerahan simbolis atribut USK Mengabdi kepada peserta oleh pihak rektorat yang diwakili Drs. Zulfitri, M.Biomed. Penyerahan atribut ini menjadi simbol kesiapan mahasiswa untuk menjalankan misi pengabdian sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan USK Mengabdi 2026.

Memasuki sesi pembekalan, peserta mendapatkan materi dari Kepala Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (P3KKN) Universitas Syiah Kuala, Hasanuddin, S.P., M.S. Ia menjelaskan berbagai aspek strategis mengenai mekanisme pelaksanaan program, tujuan pengabdian, serta peran mahasiswa sebagai jembatan antara dunia akademik dengan kebutuhan riil masyarakat.
Hasanuddin menekankan bahwa keberhasilan program pengabdian tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat serta keberlanjutan program setelah mahasiswa kembali ke kampus.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Edy Miswar, S.Si., M.Si., dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan sekaligus Koordinator Lapangan P3KKN Universitas Syiah Kuala. Dalam paparannya, ia memberikan penguatan teknis mengenai pelaksanaan program di lapangan, mulai dari manajemen kegiatan, koordinasi dengan pemerintah desa, hingga strategi menghadapi berbagai dinamika yang mungkin ditemui selama masa pengabdian.
Berbekal pengalaman mendampingi berbagai program pengabdian, Edy Miswar juga membagikan berbagai pengalaman lapangan kepada peserta. Ia mengajak mahasiswa untuk menjaga kekompakan tim, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta mengedepankan sikap rendah hati selama menjalankan setiap program.
Suasana pembekalan berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait teknis pelaksanaan program, penyusunan kegiatan, pendekatan kepada masyarakat, hingga solusi menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, panitia, dan narasumber sebagai penanda dimulainya perjalanan pengabdian mahasiswa Universitas Syiah Kuala kepada masyarakat.
Pembekalan ini merupakan bagian dari tahapan Road to USK Mengabdi 2026 yang dirancang untuk menyamakan pemahaman seluruh peserta mengenai konsep program, standar operasional pelaksanaan (SOP), serta bidang-bidang pengabdian yang akan dijalankan. Program pengabdian tahun ini meliputi berbagai sektor strategis, seperti pemulihan infrastruktur dasar, mitigasi bencana, pelestarian lingkungan, pendidikan dan kebudayaan, serta pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.
Melalui pembekalan yang komprehensif ini, Universitas Syiah Kuala berharap seluruh peserta mampu melaksanakan pengabdian secara profesional, adaptif, dan kolaboratif sehingga setiap program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata serta berkelanjutan bagi masyarakat.
USK Mengabdi 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi wadah membangun kepedulian sosial, kepemimpinan, dan semangat gotong royong. Dengan semangat tersebut, mahasiswa diharapkan mampu meninggalkan jejak perubahan positif sekaligus memperkuat peran Universitas Syiah Kuala sebagai perguruan tinggi yang hadir dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat Aceh.
Berita Terkait
USK Gelar Pembekalan Surveyor Tracer Study untuk Perkuat Kualitas Data Alumni
17 Sep 2026
USK Buka Penjaringan Mahasiswa Berprestasi Non-Olahraga untuk Penghargaan Pemuda Berprestasi Aceh 2026
17 Sep 2026
HARMONI I Sukses Digelar, WR III USK Apresiasi Semangat Qur’ani Mahasiswa
16 Sep 2026
USK Lepas Kontingen Mahasiswa untuk Berlaga di Berbagai Ajang Nasional 2026
16 Sep 2026