USK Resmi Tutup PEKSIMIDA Aceh XVII Tahun 2026, Universitas Samudra Ditetapkan sebagai Tuan Rumah PEKSIMIDA XVIII Tahun 2028
Banda Aceh – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala (USK) sekaligus Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Aceh, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, secara resmi menutup rangkaian Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Aceh XVII Tahun 2026 di Gelanggang Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Rabu (29/7).
Penutupan tersebut menjadi penanda berakhirnya pelaksanaan PEKSIMIDA yang telah berlangsung selama empat hari, sejak 26 hingga 29 Juli 2026. Selama pelaksanaan, sebanyak 226 mahasiswa dari 19 perguruan tinggi di Aceh berkompetisi pada 15 cabang seni sebagai bagian dari proses seleksi untuk menentukan wakil Provinsi Aceh pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Dr. Rina Suryani Oktari menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pimpinan perguruan tinggi, dosen pendamping, dewan juri, panitia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan PEKSIMIDA Aceh XVII.
Menurutnya, PEKSIMIDA bukan sekadar kompetisi seni, melainkan wahana pembinaan karakter, kreativitas, serta ruang kolaborasi mahasiswa dalam mengembangkan potensi seni dan budaya.
“Seni merupakan bagian penting dalam membangun karakter generasi muda. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, nilai-nilai kreativitas, empati, dan ekspresi yang lahir melalui seni tetap tidak tergantikan. Karena itu, PEKSIMIDA menjadi ruang yang sangat penting bagi mahasiswa untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan mengembangkan potensi dirinya,” ujar Dr. Rina.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih prestasi dan akan mewakili Aceh pada PEKSIMINAS.
“Saya mengucapkan selamat kepada para pemenang. Jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri dan membawa nama baik Aceh di tingkat nasional. Bagi peserta yang belum memperoleh hasil terbaik, jangan berhenti berkarya. Semua proses yang telah dilalui merupakan pengalaman yang sangat berharga,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia PEKSIMIDA Aceh XVII Tahun 2026, Dr. Ir. Wira Dharma, S.Si., M.P., M.Si., mengatakan bahwa suksesnya penyelenggaraan PEKSIMIDA merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak, mulai dari panitia, BPSMI Aceh, pimpinan USK, FKIP USK, dewan juri, dosen pendamping, hingga seluruh perguruan tinggi peserta.
Ia mengungkapkan bahwa meskipun waktu persiapan relatif singkat sejak USK ditetapkan sebagai tuan rumah, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan sesuai jadwal.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian PEKSIMIDA Aceh XVII berjalan dengan lancar. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh perguruan tinggi peserta, para juri, dosen pendamping, panitia, sponsor, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga PEKSIMIDA terus menjadi wadah pembinaan seni mahasiswa yang melahirkan talenta-talenta terbaik Aceh,” katanya.

Selama empat hari penyelenggaraan, berbagai cabang seni diperlombakan dengan penilaian oleh dewan juri profesional sesuai bidang masing-masing. Kompetisi berlangsung dalam suasana sportif, penuh semangat kebersamaan, dan menjadi ajang silaturahmi antarmahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Aceh.
Pada acara penutupan juga diumumkan hasil penilaian dewan juri. Berdasarkan hasil tersebut, Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi perguruan tinggi dengan perolehan Juara I terbanyak, yakni enam Juara I, disertai tiga Juara II dan tiga Juara III.
Sementara itu, berdasarkan akumulasi seluruh penghargaan, Universitas Malikussaleh menjadi perguruan tinggi dengan total raihan juara terbanyak, yaitu 13 penghargaan, terdiri atas 4 Juara I, 5 Juara II, dan 4 Juara III. Posisi berikutnya ditempati Universitas Syiah Kuala dengan 12 penghargaan, disusul Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh dengan 11 penghargaan, serta Universitas Samudra dengan 10 penghargaan.
Rekapitulasi Perolehan Juara PEKSIMIDA Aceh XVII Tahun 2026
| Perguruan Tinggi | Juara I | Juara II | Juara III | Total |
|---|---|---|---|---|
| Universitas Malikussaleh | 4 | 5 | 4 | 13 |
| Universitas Syiah Kuala | 6 | 3 | 3 | 12 |
| Institut Seni Budaya Indonesia Aceh | 4 | 2 | 5 | 11 |
| Universitas Samudra | 3 | 4 | 3 | 10 |
| Universitas Bina Bangsa Getsempena | 2 | 1 | – | 3 |
| Universitas Teuku Umar | 1 | 1 | 1 | 3 |
| Universitas Islam Kebangsaan Indonesia | – | 1 | 3 | 4 |
| Universitas Muhammadiyah Aceh | – | 2 | – | 2 |
| Universitas Serambi Mekkah | – | 1 | – | 1 |
| Universitas Almuslim | – | – | 1 | 1 |
| Akademi Keperawatan Teungku Fakinah Banda Aceh | – | – | 1 | 1 |
| Politeknik Indonesia Venezuela | – | – | 1 | 1 |
| STIKES Bustanul Ulum Langsa | – | – | 1 | 1 |
| Universitas Ahmad Dahlan Aceh | – | – | 1 | 1 |
| Universitas Bumi Persada | – | – | 1 | 1 |
| Universitas Jabal Ghafur | – | – | 1 | 1 |
| Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh | – | – | 1 | 1 |
| Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Banda Aceh | – | – | – | – |
Secara keseluruhan, dewan juri menetapkan 67 pemenang, yang terdiri atas 20 Juara I, 20 Juara II, dan 27 Juara III. Seluruh peraih Juara I selanjutnya akan menjalani pembinaan sebagai kontingen Provinsi Aceh untuk mengikuti PEKSIMINAS Tahun 2026.
Selain pengumuman pemenang, prosesi penutupan juga dirangkaikan dengan penyerahan Pataka Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Aceh sebagai simbol estafet penyelenggaraan PEKSIMIDA. Berdasarkan hasil kesepakatan BPSMI Aceh bersama perguruan tinggi anggota, Universitas Samudra, Kota Langsa, resmi ditetapkan sebagai tuan rumah PEKSIMIDA XVIII Tahun 2028.
Penetapan tersebut ditandai dengan penyerahan Pataka BPSMI Aceh oleh Ketua BPSMI Aceh, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, kepada perwakilan Universitas Samudra, yang disaksikan oleh para pimpinan perguruan tinggi, dewan juri, dosen pendamping, dan seluruh kontingen peserta. Penyerahan pataka tersebut menjadi simbol berlanjutnya komitmen perguruan tinggi di Aceh dalam mendukung pembinaan seni mahasiswa secara berkelanjutan.
Suasana penutupan PEKSIMIDA Aceh XVII semakin semarak dengan penyelenggaraan Expo Produk Kemahasiswaan Universitas Syiah Kuala yang menampilkan berbagai produk inovasi dan karya mahasiswa binaan USK di bidang kewirausahaan. Beragam produk unggulan hasil kreativitas mahasiswa, mulai dari produk pangan, fesyen, kerajinan, hingga inovasi berbasis teknologi dipamerkan kepada para tamu undangan dan peserta PEKSIMIDA.


Expo tersebut menjadi bagian dari upaya USK dalam memperkenalkan hasil pembinaan kewirausahaan mahasiswa sekaligus memberikan ruang promosi bagi produk-produk inovatif yang telah dikembangkan melalui berbagai program kemahasiswaan.
Tidak hanya itu, rangkaian penutupan juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan hiburan dari mahasiswa, di antaranya pertunjukan musik, tari tradisional, penampilan seni modern, serta atraksi budaya yang berhasil memukau para tamu undangan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai acara hingga akhir kegiatan, mencerminkan semangat persaudaraan yang terbangun selama penyelenggaraan PEKSIMIDA.
Sebagai tuan rumah, Universitas Syiah Kuala berharap penyelenggaraan PEKSIMIDA Aceh XVII tidak hanya menghasilkan mahasiswa berprestasi di bidang seni, tetapi juga memperkuat kolaborasi antarpenguruan tinggi, mendorong pelestarian seni dan budaya daerah, serta melahirkan generasi muda Aceh yang kreatif, berkarakter, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Berita Terkait
USK Gelar Pembekalan Surveyor Tracer Study untuk Perkuat Kualitas Data Alumni
17 Sep 2026
USK Buka Penjaringan Mahasiswa Berprestasi Non-Olahraga untuk Penghargaan Pemuda Berprestasi Aceh 2026
17 Sep 2026
HARMONI I Sukses Digelar, WR III USK Apresiasi Semangat Qur’ani Mahasiswa
16 Sep 2026
USK Lepas Kontingen Mahasiswa untuk Berlaga di Berbagai Ajang Nasional 2026
16 Sep 2026