Loading...

Post

Pelatihan peningkatan keterampilan pengelolaan usaha dan literasi keuangan bagi mahasiswa dan alumni USK bersama CCEP Indonesia melalui Program Bina Kuliner Nusantara 2026.
20 October 2026 admin Kegiatan

USK dan CCEP Indonesia Perkuat Literasi Keuangan dan Manajemen Usaha Wirausahawan Muda melalui Bina Kuliner Nusantara 2026

BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia kembali melaksanakan kegiatan penguatan kewirausahaan melalui Pelatihan Peningkatan Keterampilan Mahasiswa dan Alumni Universitas Syiah Kuala, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Bina Kuliner Nusantara 2026, yang bertujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha, literasi keuangan, serta kemampuan manajerial mahasiswa dan alumni muda yang bergerak di sektor kuliner.

Pelatihan berlangsung di Ruang Kewirausahaan Lantai 2, Gedung Flamboyan AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pembinaan terhadap 40 peserta Program Bina Kuliner Nusantara 2026, yang berasal dari kalangan mahasiswa aktif dan alumni USK dengan masa kelulusan kurang dari satu tahun yang mengembangkan usaha di bidang makanan dan minuman (food and beverage/F&B).

Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan praktis mengenai penilaian kapasitas usaha, penguatan literasi keuangan, strategi penetapan harga, pengelolaan hubungan pelanggan, serta pemanfaatan aplikasi digital dalam pencatatan keuangan usaha.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber berkompeten, yakni Evayani, S.E.Ak., M.M., CA., Cert.DA., anggota Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Aceh, serta Laili Suhairi, S.Pd., M.Si., dosen Departemen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Universitas Syiah Kuala.

Dalam kegiatan tersebut, kedua narasumber memberikan pembekalan yang menitikberatkan pada penguatan fondasi pengelolaan usaha agar para peserta tidak hanya mampu menghasilkan produk kuliner yang berkualitas, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola bisnis secara profesional, efisien, dan berkelanjutan.

Materi pelatihan diawali dengan Self-Assessment Survey dan Scoring UMKM, yaitu proses penilaian mandiri untuk membantu peserta memahami kondisi dan tingkat kesiapan usaha yang sedang dijalankan. Melalui asesmen ini, peserta diarahkan untuk mengenali kekuatan, kelemahan, serta aspek pengelolaan bisnis yang masih memerlukan perbaikan.

Selanjutnya, peserta mendapatkan pembekalan mengenai peningkatan literasi dan inklusi keuangan, termasuk perhitungan biaya produksi makanan (food costing), strategi penetapan harga (pricing strategy), peningkatan nilai jual produk, serta penentuan harga bagi reseller.

Materi ini menjadi salah satu aspek penting bagi pelaku usaha kuliner, mengingat kesalahan dalam menghitung biaya produksi dan menentukan harga jual dapat memengaruhi tingkat keuntungan serta keberlanjutan bisnis.

Peserta juga dibekali pemahaman mengenai strategi menjaga hubungan baik dengan konsumen sebagai upaya membangun kepuasan pelanggan, meningkatkan loyalitas, serta menciptakan peluang pembelian berulang.

Selain itu, pelatihan memperkenalkan pemanfaatan aplikasi pencatatan keuangan untuk membantu pelaku UMKM mengelola transaksi, memantau arus kas, dan menyusun pencatatan usaha secara lebih tertib dan sistematis.

Kegiatan dilaksanakan secara interaktif melalui asesmen, simulasi, praktik penggunaan aplikasi, dan diskusi, sehingga peserta memperoleh kesempatan untuk menerapkan secara langsung keterampilan yang dipelajari.

Kepala Subdirektorat Kewirausahaan USK, Dr. Evi Ramadhani, M.Si., menyampaikan apresiasi atas semangat dan antusiasme peserta dalam mengikuti rangkaian pelatihan Program Bina Kuliner Nusantara 2026.

“Kami sangat mengapresiasi semangat mahasiswa dan alumni yang terus menunjukkan komitmen untuk belajar dan mengembangkan usahanya. Para peserta tidak hanya antusias mengikuti pelatihan, tetapi juga memiliki keinginan kuat untuk memperbaiki tata kelola bisnis mereka. Semangat seperti inilah yang menjadi modal penting dalam membangun wirausahawan muda yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Evi.

Menurutnya, peningkatan keterampilan pengelolaan keuangan merupakan salah satu kebutuhan mendasar bagi mahasiswa dan alumni yang sedang merintis maupun mengembangkan usaha.

“Banyak usaha kuliner memiliki produk yang bagus dan diminati konsumen, tetapi masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan, perhitungan biaya produksi, serta penetapan harga jual. Melalui pelatihan ini, kami ingin peserta mampu menghitung keuntungan secara tepat, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta memanfaatkan aplikasi digital agar bisnis mereka dapat dikelola secara lebih profesional,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Ir. Wira Dharma, S.Si., M.Si., M.P., IPM., menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada CCEP Indonesia yang telah menjadi mitra strategis USK dalam mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa melalui Program Bina Kuliner Nusantara 2026.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Coca-Cola Europacific Partners Indonesia atas kepercayaan dan komitmennya dalam mendukung pembinaan wirausahawan muda Universitas Syiah Kuala. Kolaborasi ini merupakan bentuk nyata sinergi perguruan tinggi dan dunia industri dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa dan alumni, khususnya dalam membangun usaha kuliner yang profesional dan berkelanjutan,” ungkap Wira.

Ia menegaskan bahwa program pembinaan kewirausahaan harus mampu memberikan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan oleh mahasiswa dalam menjalankan bisnis.

“Kami ingin mahasiswa USK tidak hanya mampu memulai usaha, tetapi juga mampu mengelola, mempertahankan, dan mengembangkannya. Kemampuan menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, mengelola keuangan, serta membangun hubungan dengan pelanggan merupakan keterampilan penting yang menentukan keberhasilan bisnis. Karena itu, pembinaan seperti ini akan terus kami dorong melalui kemitraan dengan berbagai pihak,” jelasnya.

Dukungan terhadap penyelenggaraan program tersebut juga disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH.

Menurutnya, Universitas Syiah Kuala terus berkomitmen mengembangkan ekosistem kewirausahaan kampus yang mampu melahirkan lulusan dengan kompetensi akademik, keterampilan praktis, serta mentalitas kewirausahaan yang kuat.

“Universitas Syiah Kuala memberikan dukungan penuh terhadap Program Bina Kuliner Nusantara sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan mahasiswa. Kami ingin mahasiswa dan alumni tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja melalui bisnis yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Rina.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan dunia industri dalam mempercepat pengembangan kapasitas mahasiswa, khususnya dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis dan perkembangan teknologi.

“Kemitraan USK dengan CCEP Indonesia menjadi contoh bagaimana kolaborasi perguruan tinggi dan industri dapat memberikan manfaat langsung kepada mahasiswa. Kami berharap keterampilan yang diperoleh melalui program ini benar-benar diterapkan dalam pengelolaan usaha, sehingga mampu meningkatkan daya saing UMKM mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Aceh,” tambahnya.

Pelatihan peningkatan keterampilan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan Program Bina Kuliner Nusantara 2026. Sebelumnya, pada Jumat (16/10/2026), para peserta telah memperoleh pembekalan mengenai penguatan mental wirausaha, strategi pemasaran usaha kuliner, serta validasi keunggulan produk bersama narasumber dari CCEP Indonesia.

Selanjutnya, pada Senin (19/10/2026), peserta mengikuti Pelatihan Akselerasi Digital Mahasiswa USK yang berfokus pada fotografi dan videografi produk menggunakan smartphone, desain poster, pengembangan profil usaha, digital branding, serta pembuatan konten dan portofolio produk.

Melalui pelatihan pada 20 Oktober 2026, pembinaan dilanjutkan dengan penguatan keterampilan manajemen dan keuangan usaha. Dengan demikian, peserta memperoleh pembekalan yang saling melengkapi, mulai dari penguatan mental kewirausahaan, pemasaran digital, peningkatan kualitas promosi, hingga pengelolaan operasional dan keuangan bisnis.

Program Bina Kuliner Nusantara 2026 diharapkan menjadi model pembinaan kewirausahaan yang terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Universitas Syiah Kuala dan CCEP Indonesia dalam menyiapkan generasi muda yang kompeten, kreatif, adaptif, dan memiliki kemampuan membangun usaha secara mandiri.

Melalui program ini, USK berupaya mendorong lahirnya pelaku UMKM kuliner dari kalangan mahasiswa dan alumni yang tidak hanya unggul dalam inovasi produk dan pemasaran, tetapi juga memiliki tata kelola keuangan yang sehat, kemampuan manajerial yang baik, serta daya saing untuk berkembang di pasar yang lebih luas.

Bagikan: