Loading...

Post

Wakil Rektor III USK Prof. Dr. Rina Suryani Oktari bersama DPM USK dan para Wakil Dekan III mengikuti Rapat Dengar Pendapat di Ruang Senat USK.
14 September 2026 admin Organisasi

Perkuat Sinergi Kemahasiswaan, WR III USK Buka Ruang Dialog dan Dengarkan Aspirasi DPM USK

Banda Aceh — Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (DPM USK) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH., serta para Wakil Dekan III Fakultas di Ruang Senat USK, Senin (14/9/2026).

Rapat tersebut menjadi ruang dialog terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, masukan, dan gagasan terkait berbagai aspek kemahasiswaan. Forum ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan sinergi antara mahasiswa, fakultas, dan pimpinan universitas dalam mendukung pengembangan kehidupan kemahasiswaan di USK.

Dalam sambutannya, Prof. Okta menyampaikan bahwa forum dengar pendapat merupakan kesempatan penting untuk mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi mahasiswa. Menurutnya, ruang komunikasi yang terbuka diperlukan agar berbagai masukan terkait kehidupan kemahasiswaan dapat menjadi bahan diskusi dan perhatian bersama.

“Rapat ini menjadi ruang bagi kita untuk berdiskusi dan mendengarkan berbagai aspirasi mahasiswa dalam berbagai hal yang berkaitan dengan kemahasiswaan. Harapannya, setiap hal yang menjadi perhatian bersama dapat kita lihat dan tindak lanjuti untuk perbaikan dan pengembangan ke depannya,” ujar Prof. Okta.

Prof. Okta juga mengapresiasi inisiatif DPM USK dalam menghadirkan forum tersebut. Ia menilai komunikasi antara mahasiswa dan pimpinan perlu terus dibangun agar berbagai aspirasi dapat disampaikan secara terbuka serta menjadi bagian dari proses pengembangan kemahasiswaan di lingkungan universitas.

Untuk memperluas ruang pembahasan, Prof. Okta turut memfasilitasi kehadiran para Wakil Dekan III dari seluruh fakultas di lingkungan USK. Keterlibatan jajaran pimpinan fakultas diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam merespons berbagai masukan mahasiswa sesuai dengan bidang masing-masing.

Dalam forum tersebut, Ketua DPM USK, Muhammad Alfhat Ghifari, menyampaikan sejumlah aspirasi mahasiswa. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keberlanjutan Forum Aspirasi Mahasiswa. DPM USK berharap forum dengar pendapat dapat dilaksanakan secara berkala dan tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi juga menghasilkan tindak lanjut yang jelas.

“Kami berharap forum dengar pendapat ini tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi, tetapi juga dapat menghasilkan tindak lanjut yang jelas. Kami juga berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkala, misalnya setiap tiga bulan, sehingga aspirasi mahasiswa dapat terus dikawal dan dikomunikasikan bersama,” ujar Muhammad Alfhat Ghifari.

Selain keberlanjutan forum aspirasi, RDP turut membahas sejumlah masukan mahasiswa terkait aspek kemahasiswaan, di antaranya pengelolaan Asrama USK serta sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas mahasiswa di tingkat fakultas. Berbagai masukan tersebut dibahas bersama dengan melibatkan unsur pimpinan universitas dan fakultas.

Kehadiran mahasiswa dalam forum tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya komunikasi yang terbuka di lingkungan perguruan tinggi. Melalui RDP, mahasiswa dapat menyampaikan pandangan dan kebutuhan secara langsung, sementara pimpinan universitas memperoleh masukan yang dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan pelayanan dan program kemahasiswaan.

Semangat dialog, partisipasi, dan keterbukaan yang dibangun melalui forum ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Prinsip kelembagaan yang inklusif dan partisipatif dapat diwujudkan melalui tersedianya ruang bagi sivitas akademika untuk menyampaikan aspirasi serta terlibat dalam komunikasi dan pengembangan lingkungan perguruan tinggi.

Melalui RDP tersebut, USK terus mendorong penguatan sinergi antara mahasiswa, fakultas, dan pimpinan universitas. Keberlanjutan ruang dialog dan komunikasi diharapkan dapat menjadi langkah bersama dalam menciptakan lingkungan kemahasiswaan yang semakin terbuka, responsif, dan mendukung perkembangan mahasiswa di Universitas Syiah Kuala.

Bagikan: