Fakultas Pertanian USK Perkuat Tata Kelola Kemahasiswaan Berbasis IKU
BANDA ACEH — Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) memperkuat tata kelola kemahasiswaan melalui Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Program Kerja Berbasis Indikator Kinerja Utama (IKU), Kamis, 3 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room I, Gedung D Fakultas Pertanian USK tersebut menjadi bagian dari upaya fakultas menyelaraskan program kerja program studi, organisasi kemahasiswaan (Ormawa), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dengan arah pencapaian kinerja fakultas dan universitas.
Kegiatan yang dimulai pukul 16.30 WIB itu diikuti para Ketua Program Studi S1 dan Diploma 3 serta para pembina Ormawa dan UKM di lingkungan Fakultas Pertanian USK. Sosialisasi menghadirkan Dr. Ir. Wira Dharma, S.Si., M.Si., M.P., IPM sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Wira Dharma menekankan perlunya perubahan paradigma dalam merancang program kerja kemahasiswaan. Menurutnya, kegiatan mahasiswa tidak semestinya hanya berorientasi pada terlaksananya sebuah agenda, tetapi harus dirancang dengan tujuan, indikator, luaran, hasil, dan dampak yang terukur.

“Program kerja tidak cukup hanya dirancang untuk memenuhi agenda kegiatan. Setiap kegiatan harus memiliki keterkaitan yang jelas dengan indikator kinerja yang ingin dicapai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap program idealnya memiliki hubungan yang jelas antara tahap perencanaan, pelaksanaan, luaran, hasil, hingga dampak. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan yang dilaksanakan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian IKU, baik di tingkat program studi, fakultas, maupun universitas.
Menurutnya, kegiatan kemahasiswaan memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan capaian institusi. Karena itu, Ormawa dan UKM didorong untuk semakin kreatif dalam merancang program yang mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa, menghasilkan prestasi, memperluas jejaring, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mahasiswa harus diberi ruang untuk berkreasi dan berinovasi. Kegiatan yang mereka lakukan dapat menjadi sarana untuk membangun kompetensi, kepemimpinan, jejaring, sekaligus menghasilkan prestasi yang memberikan nilai tambah bagi institusi,” jelasnya.
Wira Dharma juga menekankan pentingnya sinergi antara pimpinan fakultas, program studi, pembina Ormawa dan UKM, bidang kemahasiswaan, serta mahasiswa. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar program kemahasiswaan dapat dirancang secara lebih terarah dan memiliki keterkaitan dengan sasaran strategis fakultas dan universitas.
Sementara itu, Bidang Kemahasiswaan Fakultas Pertanian USK, Abdullah, SE, mengatakan sosialisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pola kerja bidang kemahasiswaan agar semakin sistematis, terencana, dan berorientasi pada hasil.
Ia menyampaikan, setiap kegiatan kemahasiswaan idealnya telah memiliki tujuan, sasaran, indikator keberhasilan, target peserta, luaran, dokumentasi, serta mekanisme evaluasi sejak tahap perencanaan.
“Kita ingin kegiatan kemahasiswaan tidak berhenti pada terlaksananya sebuah acara. Harus ada target yang ingin dicapai dan hasil yang bisa ditunjukkan. Dengan begitu, kegiatan mahasiswa memiliki nilai dan kontribusi yang jelas bagi fakultas,” ujarnya.
Abdullah juga mendorong para pembina Ormawa dan UKM untuk terus memberikan pendampingan kepada mahasiswa sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan. Namun, pendampingan tersebut tetap perlu memberikan ruang yang luas kepada mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, kepemimpinan, dan kemandirian dalam mengelola organisasi.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan kemahasiswaan tidak lagi cukup diukur dari terlaksana atau tidak terlaksananya suatu kegiatan. Lebih dari itu, perlu dilihat apa yang dihasilkan, siapa yang memperoleh manfaat, serta sejauh mana dampak yang ditimbulkan.
“Budaya kerja kemahasiswaan harus mulai diarahkan pada hasil dan dampak. Jadi, setelah kegiatan selesai, kita dapat melihat capaian yang diperoleh dan manfaatnya bagi mahasiswa maupun institusi,” katanya.
Dalam konteks tersebut, berbagai aktivitas mahasiswa seperti seminar, pelatihan, kompetisi, pengabdian kepada masyarakat, kewirausahaan, kegiatan organisasi, seni, olahraga, maupun kegiatan pengembangan minat dan bakat dapat menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian kinerja institusi.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian USK berkomitmen membangun tata kelola kemahasiswaan yang lebih terencana, terukur, terdokumentasi, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Direktorat Kemahasiswaan USK, yaitu Dr. Haiyun Nisa, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Kepala Sub-Direktorat Kompetensi dan Prestasi; Enzus Tinianus, S.H., M.H., Kepala Sub-Direktorat Kemahasiswaan; serta Dr. Evi Ramadhani, S.Si., M.Si., Kepala Sub-Direktorat Kewirausahaan dan Alumni.
Kehadiran jajaran Direktorat Kemahasiswaan USK tersebut memperkuat sinergi antara Fakultas Pertanian dan universitas dalam membangun sistem pengelolaan kegiatan mahasiswa yang lebih terarah, terukur, serta selaras dengan sasaran strategis USK.
Program kerja kemahasiswaan diharapkan tidak lagi dipandang sekadar sebagai agenda rutin tahunan, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar, membangun karakter, mengembangkan kompetensi, menghasilkan prestasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan penguatan tata kelola berbasis IKU tersebut, Fakultas Pertanian USK diharapkan semakin mampu mengoptimalkan potensi kegiatan kemahasiswaan sebagai salah satu instrumen pendukung pencapaian kinerja fakultas dan Universitas Syiah Kuala.
Berita Terkait
USK Hadirkan Festival Kuah Beulangong Meriahkan Milad ke-65
10 Sep 2026
BEM FISIP USK Perkuat Wawasan Global Mahasiswa melalui Diskusi Bersama Mahasiswa Turki
08 Sep 2026
WR III USK Gelar Forum Evaluasi dan Penjaringan Aspirasi Bersama UKM
03 Sep 2026
Rektor USK Sambut Kontingen IMT-GT, Bawa Pulang 13 Medali dari Ajang Internasional
01 Sep 2026