USK dan CCEP Indonesia Tingkatkan Keterampilan Memasak dan Estetika Produk Kuliner Mahasiswa melalui Hands-On Cooking Bina Kuliner Nusantara 2026
BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia kembali melanjutkan rangkaian Program Bina Kuliner Nusantara 2026 melalui kegiatan Hands-On Cooking dan Estetika Produk Kuliner, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan keterampilan praktis mahasiswa dan alumni USK yang mengembangkan usaha di sektor makanan dan minuman (food and beverage/F&B).
Pelatihan yang berlangsung di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut menghadirkan Chef Ridwan Chery, Executive Chef Hermes Palace Hotel, sebagai narasumber sekaligus instruktur praktik memasak.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan terhadap 40 peserta Program Bina Kuliner Nusantara 2026 yang berasal dari kalangan mahasiswa aktif dan alumni USK dengan masa kelulusan kurang dari satu tahun. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas wirausahawan muda melalui pembekalan pengetahuan bisnis, penguatan keterampilan teknis, serta pengembangan inovasi produk kuliner.
Berbeda dengan pelatihan sebelumnya yang lebih banyak menekankan aspek manajemen usaha, pemasaran digital, keuangan, dan negosiasi bisnis, kegiatan kali ini difokuskan pada peningkatan kompetensi pengolahan makanan melalui praktik memasak secara langsung (hands-on cooking), pengembangan cita rasa, standardisasi resep, serta estetika penyajian produk kuliner.
Dalam pelatihan tersebut, Chef Ridwan Chery memberikan pembekalan mengenai lima aspek utama pengembangan produk kuliner, yaitu flavor profile, resep standar, teknik pengolahan dasar, prinsip estetika produk, dan teknik penyajian makanan (plating).
Melalui materi flavor profile, peserta diperkenalkan dengan pentingnya memahami karakteristik cita rasa dan keseimbangan unsur rasa dalam menghasilkan produk kuliner yang memiliki identitas dan keunggulan tersendiri.
Sementara itu, pada materi resep standar, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan komposisi bahan, takaran, prosedur pengolahan, dan konsistensi hasil produksi. Standardisasi resep menjadi salah satu aspek penting bagi pelaku UMKM kuliner agar kualitas produk tetap terjaga meskipun diproduksi dalam jumlah yang lebih besar.
Chef Ridwan Chery juga memberikan pembekalan mengenai teknik pengolahan dasar yang dapat diterapkan dalam kegiatan produksi makanan. Materi tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam mengolah bahan makanan secara tepat, menjaga kualitas hasil masakan, serta menciptakan produk yang memiliki nilai tambah.
Salah satu bagian menarik dari kegiatan ini adalah praktik estetika produk dan plating, yaitu teknik menata serta menyajikan makanan agar memiliki tampilan yang menarik, profesional, dan mampu meningkatkan persepsi nilai produk di mata konsumen.
Melalui demonstrasi dan praktik langsung bersama narasumber, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami bahwa keberhasilan usaha kuliner tidak hanya ditentukan oleh cita rasa makanan, tetapi juga konsistensi kualitas, kreativitas pengolahan, kebersihan, dan daya tarik visual dalam penyajian produk.
Kepala Subdirektorat Kewirausahaan USK, Dr. Evi Ramadhani, M.Si., menyampaikan apresiasi atas semangat dan antusiasme mahasiswa serta alumni yang terus mengikuti rangkaian Program Bina Kuliner Nusantara 2026 hingga memasuki tahapan pelatihan praktik memasak.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kesungguhan para peserta yang terus mengikuti rangkaian pelatihan Bina Kuliner Nusantara 2026. Setelah mendapatkan berbagai pembekalan mengenai pengelolaan bisnis, pemasaran, keuangan, dan negosiasi, hari ini peserta memperoleh kesempatan untuk belajar langsung dari seorang chef profesional. Kami berharap pengalaman ini dapat meningkatkan keterampilan sekaligus kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan produk kuliner yang lebih berkualitas dan memiliki nilai jual tinggi,” ujar Evi.
Ia menambahkan bahwa pelatihan praktik langsung menjadi bagian penting dalam membangun kompetensi kewirausahaan mahasiswa, karena peserta dapat menghubungkan pengetahuan bisnis dengan keterampilan produksi yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha.
“Usaha kuliner yang sukses tidak cukup hanya memiliki strategi pemasaran yang baik. Produk yang ditawarkan juga harus berkualitas, memiliki cita rasa yang konsisten, serta disajikan secara menarik. Melalui pelatihan ini, kami ingin mahasiswa memahami standar pengolahan makanan dan mampu menghadirkan produk yang bukan hanya enak, tetapi juga memiliki estetika dan daya saing,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Ir. Wira Dharma, S.Si., M.Si., M.P., IPM., menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada CCEP Indonesia atas dukungan serta komitmennya sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan Program Bina Kuliner Nusantara 2026.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Coca-Cola Europacific Partners Indonesia atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Syiah Kuala melalui Program Bina Kuliner Nusantara 2026. Kolaborasi ini memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan alumni, karena mereka tidak hanya mendapatkan pembekalan manajemen bisnis, tetapi juga keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan dalam mengembangkan usaha kuliner,” ungkap Wira.
Menurutnya, pelaksanaan pelatihan hands-on cooking merupakan salah satu bentuk pembinaan kewirausahaan yang menekankan keseimbangan antara kemampuan manajerial dan keterampilan teknis produksi.
“Kami ingin mahasiswa USK tidak hanya mampu menjual produk, tetapi juga memahami bagaimana menghasilkan produk yang berkualitas, memiliki standar yang jelas, dan mampu memenuhi harapan konsumen. Kehadiran praktisi profesional seperti Chef Ridwan Chery memberikan pengalaman pembelajaran yang sangat berharga bagi peserta. Kami berharap keterampilan ini dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing usaha mereka,” jelasnya.
Dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ini juga disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH.
Ia menegaskan bahwa Universitas Syiah Kuala terus berkomitmen memperkuat ekosistem kewirausahaan mahasiswa melalui program pembinaan yang terintegrasi antara pengetahuan akademik, pengalaman praktis, serta kolaborasi dengan dunia industri.
“Universitas Syiah Kuala mendukung penuh pelaksanaan Program Bina Kuliner Nusantara 2026 sebagai bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa dan alumni menjadi wirausahawan muda yang kreatif, kompeten, dan mandiri. Kegiatan praktik memasak dan estetika produk seperti ini sangat penting karena memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan, membangun standar kualitas, serta menciptakan inovasi produk yang memiliki daya saing,” ujar Rina.
Menurutnya, penguatan kewirausahaan mahasiswa harus diarahkan pada penciptaan usaha yang mampu berkembang secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat.

“Kami berharap peserta tidak hanya berhenti pada kemampuan membuat produk kuliner, tetapi juga mampu membangun usaha yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada kualitas. Kolaborasi USK dengan CCEP Indonesia menjadi contoh sinergi perguruan tinggi dan dunia industri dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menciptakan peluang usaha, membuka lapangan kerja, dan memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Aceh,” tambahnya.
Pelatihan Hands-On Cooking dan Estetika Produk Kuliner ini menjadi kelanjutan dari lima kegiatan sebelumnya dalam rangkaian Program Bina Kuliner Nusantara 2026.
Pada Jumat (16/10/2026), peserta mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas SDM wirausaha kuliner yang berfokus pada penguatan mental kewirausahaan, strategi pemasaran, serta validasi keunggulan produk melalui analisis kompetitor dan segmentasi pasar.
Selanjutnya, pada Senin (19/10/2026), peserta memperoleh pembekalan melalui Pelatihan Akselerasi Digital mengenai fotografi dan videografi produk menggunakan smartphone, desain poster, digital branding, serta pengembangan konten kreatif dan portofolio produk.
Pada Selasa (20/10/2026), kegiatan dilanjutkan dengan penguatan keterampilan pengelolaan usaha yang mencakup asesmen UMKM, literasi keuangan, perhitungan biaya produksi (food costing), strategi penetapan harga, pengelolaan hubungan pelanggan, serta pencatatan keuangan berbasis aplikasi.

Kemudian, pada Rabu (21/10/2026), peserta mengikuti Pelatihan Akselerasi Marketing Digital yang membahas optimalisasi media sosial, content marketing, pemanfaatan marketplace, iklan digital, dan evaluasi kinerja pemasaran.
Sementara itu, pada Kamis (22/10/2026), peserta memperoleh pembekalan mengenai komunikasi profesional, strategi negosiasi bisnis, serta penyelesaian konflik melalui simulasi dan studi kasus.
Memasuki kegiatan keenam pada Senin (26/10/2026), pembinaan difokuskan pada peningkatan kompetensi teknis melalui praktik memasak, standardisasi resep, penguatan cita rasa, serta estetika penyajian produk kuliner.
Melalui rangkaian pembinaan yang saling melengkapi tersebut, Program Bina Kuliner Nusantara 2026 diharapkan mampu melahirkan wirausahawan muda USK yang tidak hanya memiliki kemampuan pemasaran dan pengelolaan bisnis, tetapi juga unggul dalam keterampilan produksi, inovasi cita rasa, standardisasi kualitas, serta estetika produk.
Kolaborasi Universitas Syiah Kuala dan CCEP Indonesia ini sekaligus mempertegas komitmen kedua institusi dalam mendukung penguatan kapasitas generasi muda, peningkatan daya saing UMKM kuliner, serta pengembangan ekosistem kewirausahaan yang inovatif dan berkelanjutan di Aceh.
Berita Terkait
USK Tanam Mangrove di Lampulo dalam Rangka Road to Jejak FISIP 6
26 Oct 2026
USK Lepas Volunteer Jejak FISIP untuk Melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di Takengon
23 Oct 2026
USK Perkuat Pengembangan Talenta Mahasiswa melalui Kegiatan Menyapa Mahasiswa Jalur Talenta
23 Oct 2026
USK dan CCEP Indonesia Perkuat Keterampilan Negosiasi Wirausahawan Muda, Bina Kuliner Nusantara 2026 Masuki Pelatihan Hari Kelima
23 Oct 2026