USK Mengabdi di Desa Agusen, Mahasiswa Perkuat Kebersamaan melalui Edukasi, Kreativitas, dan Pembinaan Spiritual
Gayo Lues – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Program USK Mengabdi 2026, mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang menyentuh aspek kesehatan, pemberdayaan ekonomi, mitigasi bencana, hingga pembinaan keagamaan. Beragam aktivitas yang dilaksanakan pada Minggu (12/7/2026) di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, mendapat sambutan hangat dan antusias dari masyarakat setempat.
Kegiatan diawali sejak pagi dengan senam bersama yang dipusatkan di halaman Kantor Pengulu Kampung Agusen. Anak-anak, remaja, ibu-ibu, hingga masyarakat umum tampak bersemangat mengikuti gerakan senam yang dipandu oleh mahasiswa USK. Suasana pagi yang sejuk dipenuhi canda dan semangat kebersamaan, menciptakan interaksi yang semakin erat antara mahasiswa dan warga desa.
Selain bertujuan meningkatkan kebugaran jasmani, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui aktivitas sederhana tersebut, mahasiswa berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga yang rutin dan mudah dilakukan.
Usai kegiatan olahraga, program dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan gelang dari manik-manik yang digagas oleh tim bidang Ekonomi Kreatif. Bertempat di Gedung Serbaguna Kampung Agusen, para peserta yang terdiri atas ibu-ibu dan remaja putri mendapatkan pendampingan langsung dari mahasiswa dalam merangkai berbagai jenis manik-manik menjadi gelang yang menarik dan memiliki nilai estetika.
Pelatihan ini tidak hanya menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas masyarakat, tetapi juga diarahkan sebagai salah satu upaya mendorong tumbuhnya usaha mikro berbasis kerajinan tangan di desa. Para peserta terlihat antusias mencoba berbagai pola dan desain gelang yang dapat dipasarkan sebagai produk khas daerah. Mahasiswa juga memberikan wawasan mengenai peluang pemasaran produk kerajinan melalui media digital sehingga hasil karya masyarakat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Memasuki siang hari, fokus kegiatan beralih pada bidang mitigasi bencana. Tim mahasiswa melakukan survei lapangan untuk menentukan lokasi strategis pemasangan plang jalur evakuasi sebagai bagian dari program peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan observasi langsung dengan memanfaatkan informasi yang diperoleh dari hasil wawancara bersama warga mengenai titik-titik yang dianggap rawan serta jalur yang paling aman digunakan saat kondisi darurat. Informasi tersebut kemudian dipadukan dengan hasil pengamatan lapangan sebagai dasar penyusunan rencana pemasangan rambu-rambu evakuasi yang mudah dipahami masyarakat.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya mitigasi bencana serta menghadirkan sistem informasi sederhana yang dapat membantu masyarakat ketika menghadapi situasi darurat.
Menjelang malam, rangkaian kegiatan ditutup dengan nuansa religius yang memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan. Setelah azan magrib berkumandang, mahasiswa bersama masyarakat melaksanakan shalat Magrib berjamaah di Gedung Serbaguna Kampung Agusen.
Usai melaksanakan ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan mengaji bersama yang diikuti oleh anak-anak desa. Mahasiswa mendampingi peserta dalam membaca dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an, sekaligus memberikan motivasi agar generasi muda senantiasa mencintai Al-Qur’an dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan tambahan ilmu kepada masyarakat, tetapi juga menghadirkan semangat baru bagi anak-anak desa untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
Koordinator kegiatan Desa Agusen menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap seluruh program yang dijalankan mahasiswa USK sangat tinggi. Menurutnya, keterlibatan aktif warga dalam setiap kegiatan menunjukkan bahwa program pengabdian yang dilaksanakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan desa.
Salah seorang warga Agusen mengaku senang dengan kehadiran mahasiswa USK yang menghadirkan berbagai kegiatan positif bagi masyarakat.
“Saya senang sekali dengan kehadiran adik-adik mahasiswa. Kegiatan dari pagi hingga malam ini sangat bermanfaat, apalagi anak-anak jadi lebih semangat belajar agama. Semoga ilmu dan semangat yang diberikan bisa terus kami rasakan,” ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan pada hari ketiga ini, mahasiswa USK tidak hanya mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga membangun hubungan sosial yang erat dengan masyarakat. Pendekatan yang dilakukan melalui kegiatan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, mitigasi bencana, dan pembinaan spiritual diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Agusen.
Semangat pengabdian yang ditunjukkan mahasiswa Universitas Syiah Kuala menjadi cerminan komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi, pemberdayaan, dan pengabdian di tengah-tengah masyarakat.
Tentang USK Mengabdi
USK Mengabdi merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Universitas Syiah Kuala sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program ini melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk mengaplikasikan pengetahuan, teknologi, dan inovasi secara langsung dalam membantu menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat. Melalui kolaborasi bersama pemerintah desa dan warga, USK Mengabdi diharapkan mampu mendorong terciptanya masyarakat yang lebih mandiri, produktif, tangguh, dan berkelanjutan.

Berita USK Mengabdi di Desa Agusen, Mahasiswa Perkuat Kebersamaan melalui Edukasi, Kreativitas, dan Pembinaan Spiritual
Lihat SemuaBelum ada berita dari USK Mengabdi di Desa Agusen, Mahasiswa Perkuat Kebersamaan melalui Edukasi, Kreativitas, dan Pembinaan Spiritual.